Wednesday, February 28, 2007

FESTIVAL SASTRA BURUH 2007

I. DASAR PEMIKIRAN

[1] Buruh adalah profesi yang punya andil besar terhadap kemajuan bangsa. Termasuk yang bekerja di luar negri [yang dikenal dengan sebutan TKI atau Tenaga Kerja Indonesia] telah secara nyata menyumbang devisa yang tak sedikit jumlahnya, sehingga percepatan pembangunan di desa-desa di pelosok-pelosok Jawa Timur ini tak bisa dilepaskan begitu saja dari sumbangan [remiten] yang dikirimkan para TKI itu.
[2] Pemerintah telah melakukan banyak upaya, tetapi para buruh [termasuk TKI] belum merasakan hasil yang signifikan dari upaya-upaya itu.
[3] Buruh [karena Nomor 2] akhirnya sering berhadap-hadapan dengan pihak Pemerintah seperti yang dapat disaksikan melalui demonstrasi-demonstrasi, termasuk pada Hari Buruh Sedunia [1 Mei] yang biasa diperingati dengan demonstrasi di mana-mana.
[4] Perlu media alternatif sebagai sarana komunikasi/dialog antara pihak-pihak terkait [Pemerintah, pengusaha/majikan, LSM, dan para buruh itu sendiri].
[5] Selama ini kita kenal adanya buruh yang juga bekarya sebagai seniman, sebagai sastrawan. Sering mereka [dengan cara kesenian, dalam hal ini sastra] memberikan kepada kita gambaran mengenai pengalaman, aspirasi, dan obsesi mereka. Informasi-informasi sedetail itu, bahkan tidak bisa kita tangkap secara utuh melalui forum-forum diskusi, seminar, demonstrasi.
[6] Festival Sastra Buruh dapat diselenggarakan sebagai upaya untuk membangun dialog yang sejuk dan indah, sekaligus memberikan ajang bagi para seniman [sastrawan] yang selama ini kurang mendapatkan perhatian. [PANITIA]

No comments: